Diposkan pada NEWS

SOLID GOLD | Emas Minggu Lalu & Kedepannya

SOLID GOLD – Pergerakan Harga Emas Minggu Lalu & Kedepannya

SOLID GOLD LAMPUNGSecara tehnikal, kenaikan harga emas jika berlanjut akan berhadapan dengan “resistan” pertama di $ 1,250.00 yang apabila berhasil ditembus akan bertemu dengan “resistan” kedua di $ 1,265.90 dan pada akhirnya di $ 1,300.00 yang merupakan “resistan” kunci secara psikologis. Sebaliknya penurunan harga emas akan berhadapan dengan “support” pertama di $1,220.90 yang apabila tertembus akan bertemu dengan “support” berikutnya di $1,211.17 yang merupakan titik terendah pada tanggal 19 Juli dan selanjutnya akan berhadapan dengan “support” terakhir di $ 1.204.10.

Emas berjangka mengakhiri hari Jumat minggu lalu dengan kenaikan yang lumayan, dengan kontrak Comex bulan Desember yang paling aktif ditutup naik $ 3.80 lebih tinggi di $ 1,236.20. Walaupun harga emas berakhir naik lebih tinggi pada minggu lalu, setelah naik kurang lebih $6.00, kenaikan harga emas sekali lagi dibatasi oleh kuatnya dollar Amerika Serikat.

Hal ini berarti, harga emas telah berhasil bertambah dalam nilainya sekarang untuk minggu keempat berturut-turut. Karakteristik yang lain yang perlu dicatat pada minggu lalu adalah kenaikan harian yang tinggi yang mencapai $ 1,246 terjadi dalam perdagangan hari Jumat minggu lalu. Level harga ini dulunya merupakan batas “support” yang sekarang telah berubah menjadi batas “resistan”. Sedangkan “resistan” sebelumnya pada level harga $ 1,217,00 sekarang telah menjadi area kritikal dari
“support”.

Pada hari Senin, harga emas dibuka pada 100 hari “moving average” dan ditutup sedikit lebih rendah pada hari itu. Pada hari Selasa, emas menunjukkan kenaikan dan ditutup diatas 100 hari “moving average” untuk pertama kalinya sejak Akhir dari bulan April.

Dengan harga emas pada hari Selasa tanggal 23 Oktober telah mencapai tonggak yang baru dimana emas diperdagangkan dan ditutup diatas “moving average” 100 hari, hal ini mengindikasikan suatu potensi yang sungguh-sungguh untuk tren jangka pendek sekarang telah berubah menjadi potensi yang sungguh-sungguh untuk tren jangka panjang. Hal ini juga memberikan indikasi yang kuat bahwa harga emas akan bergerak naik lebih tinggi pada minggu ini.

SOLID GOLD

Fawad Razaqzada, analis tehnikal pada City Index mengatakan,”Ini adalah lingkungan yang benar-benar anti resiko dan saya tidak akan terkejut apabila melihat penurunan saham yang lebih jauh dalam jangka pendek. Orang-orang sedang bergerak keluar dari saham dan beralih masuk ke asset safe-haven dan itulah yang menggerakkan harga emas naik. “

Sementara Razaqzada melihat potensi bagi emas untuk naik lebih tinggi pada jangka pendek, dia juga memperingati para investor untuk menahan antusiasme mereka sedikit. Dia menjelaskan bahwa pasar nampaknya telah bergerak terlalu jauh dengan amat cepat dan momentum jual pada saham yang bersamaan dengan momentum bagi emas bisa jadi tidak dapat bertahan lama.

Bill Baruch, presiden dari Blue Line Futures berkata bahwa walaupun ada potensi bagi emas untuk bergerak naik lebih tinggi dalam jangka pendek, dia juga mengingatkan para investor untuk berhati-hati pada level sekarang ini.

Dia mengatakan,”ketika emas melakukan apa yang diharapkan untuk dilakukannya, itulah saatnya dimana saya menjadi kuatir katanya. Saya telah membeli emas pada harga disekitar $ 1,200 dalam antisipasi untuk terjadinya rally ini dan sekarang saya telah melihat “resistan” berada pada horizon. Saya pikir sekarang adalah waktunya untuk mengambil untung dan keluar dari pasar. “
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews

Iklan
Diposkan pada NEWS

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Alasuan Euro Rendah

PT SOLID GOLD BERJANGKA – 3 Alasan Mengapa EUR/USD Berada Pada Kerendahan Selama 2 Bulan

PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNGPenurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan garis “support” pertama pada 1.1365 yang apabila tertembus akan berhadapan dengan “support” kedua pada 1.1325 dan diakhiri dengan “support” kunci psikologis pada 1.1300.

Sebaliknya kenaikan EUR/USD akan menghadapi garis “resistan” pertama pada 1.1430 yang apabila tertembus akan berhadapan dengan “resistan” kedua pada 1.1465 dan selanjutnya akan berhadapan dengan ketinggian baru-baru ini pada 1.1495 sebagai “resistan” terakhir.

EUR/USD jatuh ke kerendahan yang baru selama dua bulan, berada di 1.13680, posisi terendah sejak pertengahan bulan Agustus. Ada tiga alasan untuk kejatuhan ini.

Itali yang Membangkang
Itali tetap berada pada pusat perhatian. Negara dengan ekonomi nomor tiga di zona euro ini terus memaksakan program belanjanya yang ekspansif dengen defisit 2.4 % berlawanan dengan target 2 % yang ditetapkan oleh Komisi Eropa. Para pejabat Itali terus mendesak bahwa tidak aka nada pertumbuhan tanpa belanja dan bahwa budget itu adalah untuk orang-orang Itali, bukan untuk Brussel. Namun Komisi Eropa tetap bertahan pada peraturan yang telah dibuat. Meskipun ada usaha untuk mengadakan pembicaraan, terobosan nampaknya jauh pada saat ini.

Data Eropa Yang Lemah
Indeks Markit’s Purchasing Manager (PMI) mengecewakan pada angka pendahuluan untuk bulan Oktober. PMI manufaktur Perancis muncul pada 51.2 sementara Jasa muncul cukup baik pada 55.6. Namun kedua sektor mengecawakan di dalam ekonomi Eropa yang terbesar. PMI manufaktur Jerman muncul di 52.3 dan Jasa muncul di 53.6, kedua-duanya merupakan kekurangan yang signifikan dan jatuh jauh dari angka final bulan September.

Angka pertumbuhan tahunan di dalam pinjaman swasta juga mengecewakan, muncul pada angkat 3.1 %.

Atmosfir Yang “Risk-Off”
Sementara pasar saham Asia baik-baik, sentimen negatif yang terlihat pada Wall Street pada hari Selasa yang lalu, terbawa ke Eropa pada hari-hari ini. Pasar saham Eropa berada pada posisi dibawah sementara S&P berjangka mengarah kepada kerugian yang baru. Lingkungan yang negatif ini memberikan dorongan naik bagi Yen Jepang yang “safe-haven” dan juga dolar Amerika Serikat.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews

Diposkan pada NEWS

PT SOLID BERJANGKA | Emas Berakhir Mixed

PT SOLID BERJANGKA – Harga Emas Berakhir Mixed; Prospek Naik Terpicu Sentimen Bullish

PT SOLID BERJANGKA LAMPUNGDiperkirakan harga emas berpotensi naik dengan merosotnya bursa global, juga persoalan anggaran Italia dan kekuatiran pertumbuhan ekonomi global. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,235-$ 1,237, dan jika turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,231-$ 1,229.

Harga emas ditutup mixed pada hari Rabu dengan meningkatnya dollar Amerika Serikat, namun diimbangi dengan sentimen pelemahan bursa Amerika Serikat dan kekuatiran pertumbuhan ekonomi global.

Harga emas spot LLG naik 0,25 % menjadi $ 1,233.13 per ons.

Harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup pada $ 1,231.10 per ons, turun $ 5,70.

Pada hari Selasa, logam mulia menyentuh tertinggi sejak pertengahan Juli di $ 1.239,68.

Indeks dollar mencapai tertinggi sejak 17 Agustus terhadap sekeranjang mata uang, berpotensi membebani permintaan dengan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Saham Amerika Serikat berada dalam kondisi merah, jatuh ke dalam tren yang sebagian besar negatif di saham dunia, yang telah turun selama lima hari berturut-turut, tertekan oleh kekecewaan pendapatan, kekhawatiran atas anggaran Italia dan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi dunia kehilangan tenaga.

Emas diperkirakan akan tetap didukung karena investor cenderung menggunakan emas sebagai jaminan terhadap meningkatnya ketegangan politik dan ekonomi di dunia, beberapa analis mengatakan.

Palladium turun 1,13 % menjadi $ 1,127.60 per ons setelah mencapai tertinggi sepanjang masa $ 1,150.50 di sesi sebelumnya, didorong oleh persediaan ketat, defisit besar dan bunga segar dari investor spekulatif.

Perak turun 0,59 % pada $ 14,64 per ons, sementara platinum turun 0,10 % menjadi $ 829,30 per ons.
PT SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews

Diposkan pada NEWS

SOLID BERJANGKA | Merek Bangsa Paling Berharga

SOLID BERJANGKA – Survey Konsultan Internasional; Indonesia Peringkat Teratas Merek Bangsa Paling Berharga di Asia Tenggara

SOLID BERJANGKA LAMPUNGNama “Indonesia” disebutkan menduduki peringkat teratas sebagai merek bangsa paling berharga (most valuable nation brands) di Asia Tenggara, demikian rilis terbaru dari Brand Finance di London. Di level global, Indonesia pun masuk sebagai Top 20, jauh di atas negara-negara tetangga seperti Singapura, Filipina, Malaysia yang masing-masing berada di peringkat 28, 29, dan 30.

Brand Finance, adalah perusahaan konsultan penilai brand dan strategi bisnis independen terkemuka di dunia ini yang berdiri sejak 1996, dan telah hadir di lebih dari 20 negara.

Konsultan tersebut baru-baru ini merilis laporan tahunannya tentang 100 merek negara paling berharga di dunia (The World’s 100 Leading Nation Brands). Merek nasional suatu negara dievaluasi berdasarkan keadaan di negaranya dan ekonomi secara keseluruhan dengan mempertimbangkan berbagai faktor sosio-ekonomi, demikian dikutip dari rilis seasia (19/10).

Merek nasional yang kuat menunjukkan lingkungan yang sangat menarik untuk investasi, mendorong investasi masuk, meningkatkan nilai ekspor, dan menarik wisatawan, serta juga tenaga kerja terampil masuk.

Untuk peringkat Top 10 di dunia, Brand Finance tidak melihat banyak perubahan peringkat, dengan Amerika Serikat, China, dan Jerman terus memimpin dalam hal nilai tertinggi brand.

Nilai brand Amerika dilaporkan telah melonjak sebesar 23 % menjadi $ 25,9 triliun pada tahun ini, sebagai akibat dari penurunan tarif pajak dan lingkungan yang lebih ramah untuk bisnis, meskipun ada citra publik yang mungkin negatif terkena pada pemerintahan saat ini, menurut laporan tersebut.

Untuk kawasan Asia Tenggara, urutan merek bangsa paling berharga adalah:

Indonesia (16), nilai merek 848 miliar dollar Amerika Serikat
Singapura (28), nilai merek 530 miliar dollar Amerika Serikat
Filipina (29), nilai merek 524 miliar dollar Amerika Serikat
Malaysia (30), nilai merek 523 miliar dollar Amerika Serikat
Thailand (31), nilai merek 509 miliar dollar Amerika Serikat
Vietnam (43, nilai merek 235 miliar dollar Amerika Serikat
Myanmar (73), nilai merek 52 miliar dollar Amerika Serikat

Pengakuan internasional ini diharapkan semakin menaikkan citra Indonesia sebagai Negara yang ramah investasi di kawasan Asia, dan semakin menarik sebagai tujuan wisata dunia dan penanaman investasi terkaitnya.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews

Diposkan pada NEWS

SOLID GOLD | Semua Soft Commodities Naik

SOLID GOLD – Harga Soft Commodities Semua Naik di Penutupan Pasar Akhir Minggu

SOLID GOLD LAMPUNG – Pada akhir minggu lalu harga soft commodities mengalami kenaikan karena di Brazil tidak ada kegiatan penjualan masih berlangsung pemilu Presiden putaran ke dua, laporan produksi di bawah perkiraan. Untuk gula cuaca kering masih berlangsung sehingga produksi kurang.

Harga kopi Desember naik 5 sen menjadi $122.10 per pound.
Harga kopi turun karena perdagangan speculatif karena penguatan dari kurs dolar.
Di Brazil masih disibukan dengan pemilu sehingga masih menanti pemilu putaran kedua, walaupun kandidat yang menang pada putaran pertama adalah kandidat kanan.

Penguatan produksi dari Brazil dan Vietnam masih membuat tekanan terhadap harga kopi, apalagi di Vietnam sudah dekat dengan panen besar. Total persediaan kopi 2.424 juta kantong.

Cuaca di Brazil sudah hujan tidak merata di Columbia, Amerika Tengah dan Mexico turun hujan demikian juga di Vietnam.

Analisa tehnikal support di $ 120 kemudian ke $ 117 sedangkan resistant pertama di $ 125 kemudian ke $1 27.

Harga gula Maret naik 2 sen menjadi $ 13.89 per pound.

Harga gula naik karena berkurangnya penjualan dari Brazil karena masih mengadakan pemilu putaran kedua. Karena menguatnya real Brazil terhadap USD maka harga gula Brazil menjadi lebih mahal sehingga permintaan lebih sedikit.

Namun karena perkiraan produksi dunia meningkat menyebabkan kenaikan harga gula tidak dapat berlanjut dan harga gula cenderung turun. Kenyataan yang terjadi penjualan gula di India terbatas, dan juga di Brazil lebih banyak tebu dibuat etanol dari pada gula.

Cuaca kering masih berlanjut di Uni Eropa dan Rusia sedangkan Ukraina cuaca baik demikian juga di Thailand. Di Brazil hujan sudah menurun tidak merata dan suhunya mendekati normal.

Analisa tehnikal support pertama di $ 13.50 berikut ke $ 13.20 sedangkan resistant berada di $ 13.90 dan berikut ke $ 14.20.

Harga kakao Desember naik $ 17 menjadi $ 2,162 per ton.
Panen besar akan berlangsung di Afrika Barat, baru sebagian kecil panen terjadi di Afrika Barat, produksi panen yang besar di Ivory Coast. Ghana dan Nigeria juga menghasilkan panen yang besar pada tahun ini. Di Ghana cuaca buruk menghalangi panen pada minggu ini, sehingga produksinya berkurang. Di Asia dan Afrika Timur juga cuaca baik.

Hujan turun tidak merata di Afrika Barat dengan curah hujan yang tinggi dan suhu rata-rata di bawah normal. Sementara di Indonesia dan Malaysia sering turun hujan. Suhu diatas normal.
Persediaan menurut ICE sebesar 3.970 juta kantong

Analisa tehnikal support di $2,130 kemudian ke $2,110 sedangkan resistant pertama di $ 2,240 dan berikut ke $ 2,280.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews

Diposkan pada NEWS

SOLID BERJANGKA | Ekspektasi Ritel Amerika

SOLID BERJANGKA – Dollar Amerika Serikat Turun; Penjualan Ritel Amerika Serikat Dibawah Ekspektasi

SOLID BERJANGKA LAMPUNG – Kanselir partai Bavarian Angela Merkel juga mengatakan pada hari Senin akan kembali stabilitas politik di Berlin setelah menderita kerugian besar dalam pemilihan regional yang musuh-musuh sayap kanan mereka sebut sebagai “gempa bumi” yang akan mengguncang pemerintah koalisi.

Malam nanti akan dirilis data Produksi Industri September Amerika Serikat dan Manufacturing Production September Amerika Serikat yang diindikasikan menurun. Juga data JOLTs Job Openings Agustus Amerika Serikat yang diindikasikan naik tipis.

Diperkirakan mata uang dollar Amerika Serikat bergerak lemah dengan data eknomi yang dibawah perkiraan. Juga jika malam nanti rilis data ekonomi Amerika Serikat kembali lemah, akan menekan dollar Amerika Serikat.

Dollar Amerika Serikat merosot pada hari Senin setelah data penjualan ritel untuk September meleset dari ekspektasi para ekonom, dan imbal hasil Treasury Amerika Serikat mengalami konsolidasi setelah pekan lalu mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun.

SOLID BERJANGKA

Penjualan ritel Amerika Serikat tidak berubah pada bulan September karena rebound dalam pembelian kendaraan bermotor diimbangi oleh penurunan belanja terbesar di restoran dan bar dalam hampir dua tahun. Penjualan ritel naik tipis hanya 0,1 % dalam sebulan. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan peningkatan 0,6 %.

Data pekan lalu menunjukkan bahwa harga konsumen Amerika Serikat naik kurang dari yang diharapkan pada bulan September, ditahan oleh kenaikan lebih lambat dalam biaya sewa dan penurunan harga energi, karena tekanan inflasi yang mendasari tampaknya menjadi dingin.

Hasil Treasury 10-tahun yang lebih tinggi, yang pada Selasa melesat menjadi 3,26 %, membantu meningkatkan dollar Amerika Serikat pekan lalu. Dengan imbal hasil sekarang telah turun ke 3,15 %, investor mencari dorongan segar untuk pembelian dollar.

Mata uang safe haven yen Jepang dan franc Swiss menguat pada hari Senin karena saham Eropa jatuh ke posisi terendah 22-bulan, dengan meningkatnya ketegangan antara kekuatan Barat dan Arab Saudi menambah kekhawatiran yang merosotnya saham global pekan lalu.

Arab Saudi telah berada di bawah tekanan sejak seorang wartawan terkemuka Arab Jamal Khashoggi, seorang kritikus Riyadh dan seorang warga Amerika Serikat, menghilang pada 2 Oktober setelah mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews

Diposkan pada NEWS

SOLID GOLD | Rupiah Melemah di Awal Pekan

SOLID GOLD – Rupiah Awal Pekan Melemah ke Rp 15.240/ US Dollar; Dollar Global Rebound

SOLID GOLD LAMPUNG – Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Senin siang ini, nilai tukar rupiah terpantau kembali melemah, di atas level Rp15.200, sementara dollar Amerika Serikat terlihat menanjak di pasar Asia setelah menguat juga di sesi keuangan global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hari ini melemah ke level Rp 15.240 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.200.

Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka stabil di Rp 15.205, kemudian sempat bergerak melemah sampai ke Rp 15.245, dan terakhir jelang siang ini WIB terlihat di posisi Rp 15.240. Melemahnya rupiah terjadi sejalan dengan dollar di pasar uang Asia yang melanjutkan kenaikan setelah menguat di pasar AS, terdongkrak loyonya pound sterling oleh isyu Brexit.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, menjelang tengah hari WIB ini menguat ke level 95,36 dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 95,25.

Sementara itu, IHSG hari Senin ini, di sesi pertama, menguat 0,40 % atau 22,77 poin ke level 5.778,890, oleh dorongan bargain hunting, berlawanan arah kembali dengan bursa saham kawasan Asia yang berlanjut tergelincir dari sejak akhir minggu lalu.

Dollar Amerika Serikat terhadap rupiah siang ini terlihat menguat sesuai dengan dollar di pasar global yang sedang berupaya rebound, karena terpelesetnya mata uang sterling karena isyu Brexit menjelang event European Union summit. Kisaran rupiah minggu ini pada Rp 14880 – Rp 15300 terhadap dollar Amerika Serikat.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews